Keutamaan Doa yang Dititipkan pada Jamaah Haji

Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PP Muhammadiyah Muhaammad Ziyad mengatakan, sesama Muslim memang seharusnya saling mendoakan dalam kebaikan. Terlebih ketika berada di Tanah Suci, tempat yang sangat mustajab dimana doa dikabulkan Allah.

Oleh karena itu, menitipkan doa kepada orang yang berhaji atau umrah diperbolehkan, bahkan dianjurkan. Sebab, doa orang yang berhaji itu mabrur. Hal tersebut tercantum dalam sebuah hadist.

“Dalam hadist disebutkan Allah memanggil para malaikat, wahai para malaikat lihatlah dan saksikanlah manusia-manusia itu berbondong-bondong datang menenuhi panggilan-Ku. Aku malu tidak mengabulkan ibadah mereka dan doa-doanya,” ucap Ustaz Ziyad, Rabu (27/11).

Ustaz Ziyad mengatakan, keutamaan doa orang yang berhaji juga dimohonkan kepada Allah agar dikabulkan. Imam Namawi menyebutkan Abu Hurairah radhiyallahu anhu menyebutkan sebuah riwayat bahwa Rasulullah bersabda, “Ya Allah, ampunilah orang-orang yang beribadah haji serta orang-orang yang dimohonkan ampunan oleh orang-orang yang berhaji” (HR. Baihaqi).

Meski doa orang yang sedang naik haji lebih mabrur, bukan berarti seorang hamba tak akan dikabulkan doanya meski tidak sedang berhaji. “Sesungguhnya setiap orang dianjurkan berdoa sendiri seperti perintah dalam Surah al-Baqarah ayat 186, di mana pun dan kapan pun, Allah Maha Mendengar atas doa-doa hamba-Nya,” ujar Ustaz Ziyad.

Tetapi, jika sudah mendapatkan kesempatan berhaji, tentu itu lebih baik. Namun, dia menegaskan, jangan menunggu hingga berada di tanah haram untuk mulai memohonkan doa.

“Perlu disadari juga berdoa dimana pun akan dikabulkan Allah. Syaratnya beriman dan memenuhi ketentuan-ketentuan-Nya,” ucap Ustaz Ziyad.

Sumber : ihramrepublika