Kemenag dan Kemenkes Tetap Persiapkan Penyelenggaraan Haji

Pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian apakah haji tahun 2020 ini dapat diselenggarakan atau ditutup sementara seperti halnya penyelenggaraan umrah.

Sampai saat ini tim Kementerian Agama masih di Tanah Suci mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji sekaligus memantau perkembangan virus Corona. “Langkah-langkah persiapan tetap kita lakukan,” kata Menteri Agama Fachrul Razi saat dihubungi Republika, Kamis (12/3). 

Fachrul mengatakan, meski Pemerintah Saudi belum memberikan kepastian apakah haji akan tetap diselenggarakan atau ditutup seperti halnya umrah. Akan tetapi persiapan penyelenggaraan haji tetap harus dijalankan seperti biasa.  “Untuk itu kita punya tim juga masih ada di sana untuk mengurus hotel transportasi darat dan makan,” katanya.

Menurutnya, apa yang dilakukan sekarang di Arab Saudi sebagai bentuk persiapan dini, sehingga ketika Pemerintah Arab Saudi menyatakan Makkah dan Madinah aman dikunjungi jamaah umrah dan haji, Pemerintah RI sudah siap. “Maksud kita, ketika mereka tiba-tiba menyampaikan Saudi aman dan umrah dibuka kembali kita sudah siap,” katanya.

Fachrul berharap upaya Pemerintah Arab Saudi mencegah pendemi virus Corona dapat membuahkan hasil. Sehingga Saudi dapat segera mengumumkan kepada dunia penyelenggaraan ibadah haji dapat dijalankan tahun ini.  “Harapan kita paling sedikit minggu-minggu awal Syawal sudah ada keputusan,” katanya.

Fachrul mengaku tidak mau memberikan prediksi apakah penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat dijalankan atau tidak. Akan tetapi pihaknya akan terus memantau situasi terkini terkait virus korono di Arab Saudi.  “Kalau kalau berandai-andai akan membuat masyarakat kita panik,” katanya.

Berdasarkan laporan yang dia terima dari Konjen RI di Jeddah bahwa situasi di Masjidil Haram dan Nabawi berjalan seperti biasa. Meski saaat dua masjid suci itu cenderung sepi dari aktivitas ibadah umrah. “Sedikit sepi tetapi tidak mencolok sekali,” katanya.

Ia mengimbau kepada seluruh calon jamaah haji agar tetap tenang dan berdoa agar masalah virus corona ini segera sirna dari muka bumi. Menurutnya apa yang dilakukan sekarang oleh Pemerintah Arab Saudi tidak lain untuk kebaikan semua.

“Karena apapun keputusannya untuk kepentingan kita semua termasuk pertamanya untuk kepentingan jamaah. Saya yakin kalau tidak sangat gawat sekali pasti Saudi membolehkan,” katanya.

Persiapan penyelenggaraan ibadah haji juga tetap dilakukan Kementerian Kesehatan melalui Pusat Kesehatan Haji dengan mengumpulkan Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bidang kesehatan untuk koordinasi dan konsolidasi. Pertemuan yang digelar sejak Rabu 11 hingga 13 Maret ini demi memperkuat layanan oprasional kesehatan haji di Arab Saudi tahun 2020.

Ketua penyelenggara koordinasi dan konsolidasi PPIH Arab Saudi Indro Murwoko mengatakan, dalam pertemuan ini juga membahas semua kondisi terkini dan bagaimana cara penanganannya, termasuk virus Corona yang sedang mewabah di Arab Saudi. 

“Semua kondisi terkini juga diupdate ke mereka, masuk adanya Covid-19. Tetapi pada prinsipnya berdasarkan gugus mereka gimana ada Tim Promotif Preventif (TPP), Tim Gerak Cepat (TGC), dan Tim Kuratif Rehabilitatif (TKR)  yang mengobati jadi semua kita dapat input terkait dengan situasi terkini,” katanya. 

Indro mengatakan, dalam pertemuan ini tidak fokus membahas pada suatu kondisi tertentu. Akan tetapi lebih kepada bagaiman sistem pelayanan kesehatan kepada jamaah haji berjalan dengan baik. Apalagi anggota PPIH Arab Saudi banyak yang baru, sehingga bagaimana sistem kerja TPP, TGC dan TKR harus diulang kembali. Meski demikian sistem kesehatan secara umum masing petugas sudah mengetahui. 

Sumber : ihramrepublika