Cegah Paparan Corona, Ka’bah dan Hijir Ismail Dipagari Seng

 Mukimin Indonesia yang tinggal di Aziziyah Makkah, Teuku Fakhri mengatakan selepas shalat Jumat kemarin, kawasan Masjidil Haram sempat ditutup untuk pengunjung yang akan beribadah ke sana. Saat itu pengurus Masjidil Haram tampaknya ingin mensterilkan area di sana dari paparan virus Corona.

‘’Masjidil Haram sehabis shalat Jumat hingga Subuh tadi sempat ditutup untuk dibersihkan dan disterilkan dari paparan virus Corona. Namun, setelah Subuh sudah dibuka seperti lagi seperti biasa,’’ kata Fakhri di Makkah, Sabtu (7/3).

Namun setelah disterilkan, lanjutntya,  kini ada sedikit perubahan di area sekitar Ka’bah dan Hijir Ismanil. Kawasan itu sekarang ditutup atau dipagari dengan seng. Akibatnya, jamaah yang tawaf di mataf  tak bisa memyentuh Hijir Ismail dan dinding Ka’bah.

‘’Juga tak ada lagi yang mencium hajar aswad. Ini karena di situ juga ditutup seng,’’ katanya.

Menurutnya, memang jamaah peziarah umrah asing masih terlihat di kawasan Masjidil Haram. Tapi jumlah jamaah Indonesia sudah semakin berkurang. Jamaah asing lain yang pun sedikit meski masih juga ada. Mereka adalah jamaah umrah asal India, Pakistan, Bangladesh, Mesir, Turki, dan sebagian dari negara di kawasan di Afrika.

Mengenai suasana kota Makkah sampai hari ini, Fakhri mengatakan kini mulai berangsung pulih setelah dua hari lalu sempat terlihat sepi. Warga Makkah kini mulai ramai ke luar rumah dan kini sudah dibolehkan melakukan kegiatan tempat terbuka secara lebih leluasa.

‘’Namun sampai sejauh ini belum stetmen apapun dari pihak gubernur Makkah.  Dan khusus kalau semalam ada penutupan Masjidil Haram itu berlaku untuk semua. Jadi tak hanya warga untuk asing, tapi jamaah bagi seluruh jamaah umrah tanpa kecuali. Syukur sekarang situasinya sudah pulih,’’ ujarnya

Sumber : ihramrepublika