Kontak Kami

AL FAJR TOUR & TRAVEL

PT. Massa Makmor World

Ijin Depag : 901/2017
Jl. Ahmad Yani No.145 F, Kleco, Laweyan, Solo

(100 meter barat pasar kleco, selatan jalan)
Telp. (0271) 735- 523

Call / Wa :

Untuk mengetahui kantor agen Al Fajr Tour di seluruh indonesia silahkan klik menu Kantor Agen Al Fajr Tour.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pembayaran Umroh Resmi

Pembayaran Umroh yang sah hanya ke rekening dibawah ini :

Bank Mandiri :
138 00 5252 2005 Atas nama Alfajr Travelindo Indonesia

Bank BNI :
068-565-1907 atas nama Alfajr Travelindo Indonesia

Bank BCA:
392-084-1111 atas nama Alfajr Travelindo Indonesia

Download Formulir

Testimoni

BUS AC

Naim Setyobudi - Sragen
5

Al-Fajr Oke

Bp Syuri - Solo
5

Alhamdulillah Lancar

Bram - Semarang
5

ALHAMDU LILLAAH

ABDUL HAMID SUTARNO - BOYOLALI
5

Ucapan terima kasih

Tedy Brian - Surabaya
5

Ibadah Lancar

Sri Murwati - Karanganyar
5

Al Fajr Mantab

Dhanang Dwi N - Bekasi
5

Travel terbaik

Kamso Dullah M - Klaten
5

Recomended Banget

Thobib Rohani C - Sragen
5

Umroh terjangkau

Sri Lestari Purwo S - Wonosari
5

pertahankan standarisasi

Paimin Cipto W - Wonosari
5

sangat berkesan

Yonan Riza W - Serang, Banten
5
Selengkapnya
Pengunjung
Oktober 2019
S S R K J S M
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

BEBERAPA KESALAHAN YANG DILAKUKAN OLEH SEBAGIAN JAMAAH UMROH

Pertama : Beberapa Kesalahan Dalam Ihram
Melewati miqat dari tempatnya tanpa berihram dari miqat tersebut, sehingga sampai di Jeddah atau tempat lain di daerah miqat, kemudian melakukan ihram dari tempat itu. Hal ini menyalahi perintah Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengharuskan setiap jama’ah haji agar berihram dari miqat yang dilaluinya.

Kedua : Beberapa Kesalahan Dalam Tawaf
1. Memulai tawaf sebelum Hajar Aswad, sedang yang wajib haruslah dimulai dari Hajar Aswad.

2. Tawaf didalam Hijr Ismail. Karena yang demikian itu berarti ia tidak mengelilingi seluruh Ka’bah, tapi hanya sebagiannya saja, karena Hijir Ismail itu termasuk Ka’bah. Maka dengan demikian Tawafnya tidak sah (batal).

3. Ramal (berjalan cepat) pada seluruh putaran yang tujuh. Padahal ramal itu hanya dilakukan pada tiga putaran pertama, dan itupun tertentu dalam tawaf Qudum saja.

4. Berdesak-desakan untuk dapat mencium Hajar Aswad, dan kadang-kadang sampai pukul-memukul dan saling mencaci-maki. Hal itu tidak boleh, karena dapat menyakiti sesama muslim disamping memaki dan memukul antar sesama muslim itu dilarang kecuali dengan jalan yang dibenarkan oleh Agama. Tidak mencium Hajar Aswad sebenarnya tidak membatalkan Tawaf, bahkan Tawafnya tetap dinilai sah sekalipun tidak menciumnya. Maka cukuplah dengan berisyarat (mengacungkan tangan) dan bertakbir disaat berada sejajar dengan Hajar Aswad, walaupun dari jauh.

5. Mengusap-ngusap Hajar Aswad dengan maksud untuk mendapatkan barakah dari batu itu. Hal ini tidak mempunyai dasar sama sekali dalam syari’at Islam. Sedang menurut tuntunan Rasulullah cukup dengan menjamah dan menciumnya saja, itupun kalau memungkinkan.

6. Menjamah seluruh pojok Ka’bah, bahkan kadang-kadang menjamah dan mengusap-ngusap seluruh dindingnya. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menjamah bagian-bagian Ka’bah kecuali Hajar Aswad dan Rukun Yamani saja.

7. Menentukan do’a khusus untuk setiap putaran dalam tawaf. Karena hal itu tidak pernah dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun yang beliau lakukan setiap melewati Hajar Aswad adalah bertakbir dan pada setiap akhir putaran antara Hajar Aswad dan rukun Yamani beliau membaca :” Rabbanaa aatinaa fi-d-dunyaa hasanah wa fil akhirati hasanah wa qinaa ‘adzaa ba-n-naar” Artinya : Wahai Tuhan kami, berilah kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksaan api neraka”.

8. Berdesak-desakan untuk melakukan shalat di dekat Maqam Ibrahim. Hal ini menyalahi sunnah, disamping mengganggu orang-orang yang sedang Tawaf. Maka cukup melakukan shalat dua raka’at Tawaf itu di tempat lain didalam Masjid Haram

Ketiga : Beberapa Kesalahan Dalam Sa’i.
1. Ada sebagian jama’ah umrah, ketika naik ke atas Safa dan Marwah, mereka menghadap Ka’bah dan mengangkat tangan ke arahnya sewaktu membaca takbir, seolah-olah mereka bertakbir untuk shalat. Hal ini keliru, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat kedua telapak tangan beliau yang mulia hanyalah di saat berdo’a. Di bukit itu, cukuplah membaca tahmid dan takbir serta berdo’a kepada Allah sesuka hati sambil menghadap Kiblat. Dan lebih utama lagi membaca dzikir yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, saat beliau di bukit Safa dan marwah.

2. Berjalan cepat pada waktu Sa’i antara Safa dan Marwah pada seluruh putaran. Padahal menurut sunnah Rasul, berjalan cepat itu hanyalah dilakukan antara kedua tanda hijau saja, adapaun yang lain cukup dengan berjalan biasa.

 

Keempat : Beberapa Kesalahan Dalam Tawaf Wada’.
1. Seusai melakukan Tawaf Wada’, sebagian mereka keluar dari Masjid dengan berjalan mundur sambil menghadapkan muka ke Ka’bah, karena mereka mengira bahwa yang sedemikian itu adalah merupakan penghormatan terhadap Ka’bah. Perbuatan ini adalah tidak ada dasarnya sama sekali dalam agama.

2. Saat sampai di pintu Masjid Haram, setelah melakuan Tawaf Wada’, ada sebagian mereka yang berpaling ke Ka’bah dan mengucapkan berbagai do’a seakan-akan mereka mengucapkan selamat tinggal kepada Ka’bah. Ini pun tidak disyari’atkan.

Kelima : Beberapa Kesalahan Ketika Ziarah ke Masjid Nabawi
1. Mengusap-ngusap dinding dan tiang-tiang besi ketika menziarahi kubur Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mengikatkan benang-benang atau semacamnya pada jendela-jendela untuk mendapatkan berkah. Sedangkan keberkahan hanyalah terdapat dalam hal-hal yang disyari’atkan oleh Allah dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

2. Pergi ke gua-gua di Gunung Uhud, begitu juga ke Gua Hira dan Gua Tsur di Mekkah, dan mengikatkan potongan-potongan kain di tempat tempat itu, disamping membaca berbagai do’a yang tidak diperkenankan oleh Allah, serta bersusah payah untuk melakukan hal-hal tersebut. Kesemuanya ini tidak ada dasarnya sama sekali dalam Syari’at Islam yang suci ini.

3. Menziarahi beberapa tempat yang dianggapnya sebagai tanda peninggalan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, seperti tempat mendekamnya unta Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sumur khatam mupun sumur Usman, dan mengambil pasir dari tempat-tempat ini dengan mengharapkan barakah.

4. Memohon kepada orang-orang yang telah mati ketika berziarah ke pekuburan Baqi’ dan Syhadah Uhud, serta melemparkan uang ke pekuburan itu demi mendekatkan diri dan mengharapkan barakah dari penghuninya. Ini adalah termasuk kesalahan besar, bahkan termasuk perbuatan syirik yang terbesar, menurut pendapat para Ulama, berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena sesungguhnya ibadah itu hanyalah ditujukan kepada Allah semata, tidak boleh sama sekali mengalihkan tujuan ibadah selain kepada Allah, seperti dalam berdo’a, menyembelih kurban, bernadzar dan jenis ibadah lainnya, karena firman Allah :

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama”.[al-Bayinah/98 :5]

Dan firman-Nya :

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun disamping menyembah Allah”.[al-Jinn/72: 18]

Kita memohon kepada Allah, semoga Ia memperbaiki keadaan ummat Islam ini dan memberi mereka kefahaman dalam agama serta melindungi kita dan seluruh ummat Islam dari fitnah-fitnah yang menyesatkan. Sesungguhnya Ia Maha Mendengar dan Mengabulkan do’a hamba-Nya.

[Disalin dari buku Petunjuk Jama’ah Haji dan Umrah serta Penziarah Masjid Rasulu Shallallahu ‘alaihi wa sallam)